Perkusi Untad dan Arahnya Dibawah Nahkoda Baru

Foto by: Dokumentasi Panitia/"Hamran saat ditetapkan menjadi Ketua Umum PERKUSI UNTAD"


SilolangiNews-Palu. Musyawarah Besar (MUBES) Perkumpulan Pekerja Seni Universitas Tadulako (PERKUSI UNTAD) telah terlaksana. Pengurus sebelumnya selesai masa kepengurusannya, dan kini giliran kepengurusan yang baru mengambil alih.



Abd. Hamran selaku ketua terpilih PERKUSI UNTAD periode 2023, menyatakan ingin membawa perkusi pada ruang kerja maksimal untuk kesenian di lingkup universitas. Sekaligus, menjadikan Perkusi payung yang layak untuk sembilan UKM Seni yang ada di UNTAD. Mantan ketua LK Tirani periode 2022 itu mengambil langkah awal memulai dengan silaturahmi pada semua sanggar seni fakultas. Harapannya komunikasi yang baik bisa terjalin dan juga bisa menjadikan PERKUSI UNTAD sebagai payung yang dirasakan kehadirannya.



"Karena beberapa tahun terakhir komunikasi itu yang kurang dari kita di UNTAD. Beda dengan teman-teman di Universitas lain, setiap komunikasi itu terjalan walaupun mereka tidak ada lembaga payung" Ungkap Hamran saat ditemui di Sekretariat LK Tirani FKIP UNTAD pada Selasa, 06/06/23.



"visi misiku itu saya akan membuat satu ruang, dimana teman-teman dari ukm seni yang dinaungi PERKUSI itu (bisa) sama-sama. Itu ruang tersebut pertama adalah ruang diskusi yang membahas kesenian, kebudayaan, dan isu-isu sosial masyarakat kampus maupun masyarakat luas" terangnya.



Hamran merasa langkah-langkah solutif yang akan ditempuh olehnya adalah dengan memulai perubahan melakui komunikasi terhadap sanggar seni fakultas-fakultas dalam ruang diskusi yang akan dibuat nantinya. Selain komunikasi dan ruang diskusi, ia menjelaskan bahwa akan mengadakan kerjasama melalui event-event yang nantinya dibuat oleh PERKUSI.



"Selain ruang-ruang itu, saya juga akan mengadakan event-event (dan) panitianya akan saya minta dari UKM Seni yang dinaungi PERKUSI. Nah dari kepanitiaan tersebut akan muncul rasa kerjasama antara satu ukm dengan ukm lainnya" jelasnya.



Terlepas dari langkah perubahan, tentu akan ada tantangan-tantangan pula. Kader LK Tirani tersebut melihat tantangan menjadi nahkoda lembaga payung seperti PERKUSI itu ada pada lembaga-lembaga yang dipayungi, yang mana mereka memiliki perspektif-perspektif yang berbeda.



"Tantangan utama menjabat di UKM payung itu adalah mempersatukan apa yang akan disatukan. Karena kan kita tau PERKUSI menaungi sembilan sanggar otomatis setiap ukm-ukm ini memiliki arah berpikir berbeda, dan itulah tantangannya" ucapnya.



Hamran berharap, lembaga PERKUSI UNTAD yang merupakan lembaga payung seluruh UKM Seni di UNTAD ini bisa menjadi wadah pemersatu. Melalui program-program kerjanya nanti, Ia bisa menciptakan harmonisasi dan kekeluargaan di antaran UKM Seni se-universitas.



"Harapan terbesar dalam hidupku adalah bagaimana tali silaturahmi, tali persaudaraan, tali kekeluargaan di ukm seni yang dinaungi PERKUSI itu terjalin. Itu harapan utama yang ingin saya capai. Bagaimana mencapai nya nah itu akan saya bahas dalam program kerja selanjutnya bersama teman-teman pengurus" Harapnya.



Penulis: Hairul, SL & Wahyu, SL

Editor: Andi Ikbal, SL

Perkusi Untad dan Arahnya Dibawah Nahkoda Baru Perkusi Untad dan Arahnya Dibawah Nahkoda Baru Reviewed by Silo Langi on 6/07/2023 06:06:00 PM Rating: 5

No comments: