![]() |
| Photo Source: Pinterest |
Puisi Oleh Rezki/SL
Di atas meja, piring-piring berjajar rapi,
Uap nasi mengepul, menjanjikan raga yang berisi.
Kita bicara tentang gizi, tentang kalori yang mencukupi,
Namun di sudut kelas, buku-buku lama mati suri.
Kita sibuk menimbang berat badan di timbangan digital,
Tapi lupa mengukur bobot nalar yang kian dangkal.
Anak-anak pandai mengunyah, tapi gagap mengeja kata,
Perutnya kenyang, namun logikanya menderita dahaga.
Krisis itu bukan hanya soal lambung yang kosong, Tapi tentang ruang guru yang kian terasa lowong.
Tentang kurikulum yang berganti baju setiap musim,
Dan guru-guru yang lelah mengejar angka dalam sistem.
Jangan sampai kita membangun gedung tanpa jendela,
Atau memberi makan raga, tapi membiarkan jiwa binasa.
Pendidikan bukan sekadar mengisi perut sebelum lonceng,
Tapi menyalakan api di kepala agar tak hidup bak bayang-bayang lonjong.
Berikan mereka gizi, itu hak yang harus dipenuhi,
Tapi jangan biarkan kualitas ilmu dikubur sunyi.
Sebab bangsa yang kenyang namun buta aksara,
Hanya akan menjadi tamu di rumahnya sendiri yang merdeka.
Senin, 30 Maret 2026
Reviewed by Silo Langi
on
3/30/2026 05:53:00 PM
Rating:



No comments: