Dibalik Sistem Kebut Semalam dan Penggunaan AI


Photo Source: Pinterest

SilolangiNews-Palu.Mahasiswa dan tugas mata kuliah saling terjalin-kelindan, tak dapat dipisahkan. Tugas dari dosen salah satunya adalah bentuk pengayaan atas materi yang telah diberikan sebelumnya. Tetapi, di kalangan mahasiswa ada yang mengerjakan secara serius jauh sebelum disetor ke dosen, ada pula yang sengaja menunda hingga menjelang deadline. 




Mahasiswa tipe kedua ini tak jarang mengerjakan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam sebelum deadline, atau yang dikenal dengan “sistem kebut semalam”. Metode ini lazim digunakan oleh mahasiswa. Dari tugas yang menumpuk banyak hingga rasa malas yang menghantui dapat menjadi alasan penggunaan metode tersebut. Yang jelas, pengerjaan tugas biasanya jadi terburu-buru dengan berbagai efek buruk di baliknya.




Kru LPM Silo Langi FKIP UNTAD pada Oktober 2025 mengadakan sebuah wawancara dengan dua orang mahasiswa. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (UNTAD). Wawancara dilakukan pada mahasiswa angkatan 2025 di tempat dan waktu yang berbeda. Tujuannya sekadar ingin melihat tanggapan mereka atas fenomena “sistem kebut semalam” ini.




Kalau menunda tugas, materi jadi tidak bisa dikuasai dengan baik. Akibatnya, hasil tugas juga kurang memuaskan dan bisa berpengaruh pada nilai akhir” tanggapan Anggun, mahasiswa semester 1 Prodi PGSD.




Sementara itu, mahasiswa lain bernama Irma mengatakan, “Menunda tugas bisa merusak jam tidur. Biasanya tugas yang dikerjakan secara cepat hasilnya juga tidak maksimal. Tapi saya terbantu dengan adanya ChatGPT untuk mempercepat proses pengerjaan."




Bagi narasumber kami ini, ada berbagai efek buruk mengerjakan tugas dalam waktu singkat. Mulai dari hasil yang kurang maksimal hingga berpengaruh pada jam tidur. Ya, jam tidur malam juga ikut rusak sebab tugas dikerjakan saat malam hari sebelum dikumpulkan pada pagi, siang atau sore harinya.



Hal lain yang menarik adalah penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pengerjaan tugas pada sistem kebut semalam. Memang dalam waktu yang sempit, kecerdasan buatan ini menawarkan efisiensi kerja dan hasil instan sehingga mempercepat penyelesaian tugas.




Sementara itu, Anggun menganggap bahwa penggunaan AI memang membantu, tetapi belum tentu hasilnya bagus. Tugas yang dikerjakan AI memiliki kualitas yang berbeda jika dikerjakan sendiri. Efek buruk lainnya, sifat malas semakin kuat karena hasil instan yang ditawarkan AI.




 “Menggunakan bantuan AI tidak selalu membuat tugas menjadi bagus. Kadang malah menunjukkan kemalasan mahasiswa karena tiba-tiba tugas bisa selesai tanpa proses belajar yang nyata,” ungkap Anggun.




Penulis: Rezki/SL dan Maudi/SL

Dibalik Sistem Kebut Semalam dan Penggunaan AI Dibalik Sistem Kebut Semalam dan Penggunaan AI Reviewed by Silo Langi on 3/10/2026 08:47:00 PM Rating: 5

No comments: