Peringati Hari Buku Sedunia, HIMAP dan Turuntangan Palu Kolaborasi Taman Baca

Foto by HIMAP "HIMAP, Turuntangan, dan peserta kegiatan Taman Baca foto bersama di akhir kegiatan"


SiloLangiNews-Palu, Untuk menarik minat literasi mahasiswa terhadap buku  dan  aktivitas membaca kembali buku-buku fisik, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Tadulako (UNTAD), berkolaborasi dengan Turuntangan Palu melaksanakan kegiatan Taman Baca dan Diskusi Buku dengan menggagass tema “membaca dunia, mengelola masa depan”, pada Kamis, 23 April 2026, yang bertepatan dengan Hari Buku Sedunia.



Untuk memperingati Hari Buku Sedunia dan  memasifkan budaya literasi di ruang lingkup kampus, Ahmad Fauzan selaku pengurus HIMAP di Departemen Penalaran Kajian Keilmuan (PKJI)  menjelaskan alasan dibuatnya kegiatan tersebut.



 “terkait alasan, untuk yang pertama sebagai perayaan hari buku, dalam hal ini awalnya itu kami hanya mengajak teman-teman Turuntangan Palu untuk berkolaborasi untuk membaca di pelataran HIMAP, tujuannya menarik minat agar mahasiswa yang ada di fisip ini bisa lebih sering membaca”  Jelas Fauzan



Dilaksanakan pada pukul 15:30 WITA di pelataran HIMAP FISIP UNTAD, kegiatan dibuka dengan memberi waktu sekitar 30 menit bagi para mahasiswa untuk membaca sejenak buku pilihannya,  sehingga pada saat sesi diskusi berlangsung, setiap mahasiswa yang hadir mampu bertukar kata dan pikiran serta pengalaman terkait apa yang telah mereka dapat maupun sharing terkait pengalaman mereka sehari-hari dalam dunia literasi.

Foto by Aswad/SL "Kegiatan membaca 30 menit sebelum diskusi"


Kegiatan ini menghadirkan 2 orang pemantik, yaitu Ilham Januari sebagai dewan penasihat HIMAP periode 2026, dan Moh Rezky Sukardi yang merupakan koordinator umum Turuntangan Palu 2026. 




Salah satu pemantik pada kegiatan Taman Baca, Ilham Januari, menyinggung fenomena digitalisasi sekarang yang membuat minat  literasi mudah terdistraksi oleh penggunaan gawai yang terlalu overkonsumtif  dan serba instan.



Melihat dari sisi positif, literasi digital memberikan kemudahan bagi beberapa orang yang kesulitan mengakses bahan bacaan. Namun, fenomena literasi digital menjadi kurang efektif bagi pengembangan pola pikir mahasiswa, sehingga bukannya interaksi dengan buku fisik semakin intens, justru malah sebaliknya. Ruang-ruang akademis pun yang harus diisi oleh  mahasiswa yang berpikir kritis dan berdialektika  dengan basis literasi justru hanya mengadu dan bertukar pikiran dengan AI.



Muhammad Farel juga memberikan pandangan yang sama terkait tantangan yang kerap diperoleh pada zaman sekarang yang kian canggih. Menurutnya, dibandingkan dengan membaca buku digital, ia lebih menyarankan membaca dengan buku fisik, sebab beberapa aplikasi tren sekarang yang ada pada gadget sangat mudah men-distract kita ketika kita menggunakan gadget untuk membaca.



“terkait tantangan kak, itu salah satunya mahasiswa sekarang kurang membaca malahan lebih sering berinteraksi dengan gadget, jadi sebisa mungkin kalau memang kita kayak ada minat untuk membaca itu disarankan untuk membaca buku fisik dibandingkan ebook karena mengingat distraksi yang ada membuat kita menjadi terganggu, yang kedua banyak melihat situasi sekarang kak e mungkin karena lebih marak-maraknya social media sekarang seperti tiktok, instagram, jadi yang dimana mahasiswa itu lebih asik disitu dibandingkan membaca”



Adanya kegiatan seperti ini  justru menjadi manifestasi agar kita lebih reflektif melihat kebiasaan kita yang mulai diambil alih oleh hal-hal yang bersifat digital. Dewasa ini, perlahan membuat minat mahasiswa terhadap literasi bisa berkurang kalau tidak adanya kesadaran koletif terkait pentignya membaca buku terutama buku fisik.



Farel menyampaikan harapannya agar kegiatan literasi baca seperti program Taman Baca ini suatu saat bisa disambut  lebih antusias lagi oleh mahasiswa UNTAD. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan  bahwa membaca  adalah sebuah kebutuhan untuk memperoleh ilmu kemudian.



Membaca ini kan sebenarnya kebutuhan kita sebagai mahasiswa, di mana kita perlu mengetahui semua ilmu yang ada. Kemudian, membaca juga, Kak, menambah ilmu-ilmu yang belum diajarkan.” Pungkasnya.



Penulis: Aswad/SL

Editor: Sulfia/SL




Peringati Hari Buku Sedunia, HIMAP dan Turuntangan Palu Kolaborasi Taman Baca Peringati Hari Buku Sedunia, HIMAP dan Turuntangan Palu Kolaborasi Taman Baca Reviewed by Silo Langi on 4/26/2026 12:26:00 PM Rating: 5

No comments: