![]() |
| Photo Source: Pinterest |
Puisi Oleh Astrilea Mahasiswi PGSD FKIP UNTAD
Aku pernah menaruh rasa padanya
lebih dari yang bisa kujelaskan.
Seseorang yang membuatku percaya
bahwa perasaan saja sudah lebih dari cukup.
Tapi aku lupa,
perasaan tak selalu bisa menyelamatkan segalanya.
Aku menyukainya, sungguh.
Namun aku tak bisa bertahan
dalam diam yang meruntuhkan
dengan sikap yang melukai tanpa ia sadari.
Aku belajar,
mencintai bukan berarti harus menetap.
Kadang melepaskan adalah caranya
agar tak saling menghancurkan.
Kala itu ia bilang akan menunggu,
katanya waktu akan jadi saksi.
Tapi belum genap beberapa minggu,
ia sudah menemukan yang baru,
dan memamerkannya
Seolah rasa itu tak pernah ada.
Kini ia merayakan segalanya bersama yang lain,
tersenyum manis seperti dulu bersamaku.
Tapi aku tahu,
yang tak bisa di pertahankan bukan tawanya,
melainkan caranya mencintai dengan ketakutan,
bukan dengan kepercayaan.
Ada malam-malam di mana aku masih merindukannya,
ditarik kembali ke kenangan
yang tak sepenuhnya ingin kutinggalkan.
Tapi ada pikiran yang terus berbisik,
"Kau tak bisa bertahan di situ."
Maka aku diam,
berperang antara rindu dan sadar,
antara ingin dan tahu bahwa tak seharusnya.
2026
Reviewed by Silo Langi
on
5/23/2026 08:37:00 AM
Rating:

.jpg)

No comments: