Siswa SD Terlibat Aksi Demo di Palopo, Ini tanggapan LPPA Palopo

(Puluhan mahasiswa dan murid  SD dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Palopo Senin 23/07/2018. Sumber: Kompas.com)


SILOLANGINews, Palopo- Peringatan hari anak 23 Juli 2018 nampak berbeda di Kota Palopo. Dimana siswa SD ikut terlibat dalam aksi demonstrasi didepan DPRD Palopo bersama mahasiswa pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Seperti yang dilansir dari Kompas.com, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) kota Palopo Andi Fatmawati menyayangkan adanya pelibatan anak didik tingkat SD pada aksi unjuk rasa yang berlangsung di DPRD Palopo karena kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) pada Senin (23/7/2018).  

Menurut, Fatmawati menyampaikan bahwa LPPA tidak menerima adanya pelibatan anak-anak dibawah umur dalam demonstrasi karena hal tersebut sudah mengarah ke persoalan eksploitasi anak. "Kalau sudah mengarah ke eksploitasi anak itu artinya sudah melanggar undang-undang perlindungan anak," katanya, Senin (23/7/2018). 

Kata dia, bahwa persoalan ujuk rasa terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan persoalan bersama, namun seharusnya tidak melibatkan anak-anak usia dini. 


“Kita semua berharap ada solusi terbaik dari adanya kisruh terkait PPDB tersebut, apalagi anak seumuran kelas 1 SD masih dalam proses tumbuh kembang pola pikir yang pasti akan mengganggu psikologis anak-anak." ujarnya.

Aksi yang melibatkan puluhan murid SD beserta orang tuanya ini, menuntut kejelasan murid baru yang dikeluarkan secara tiba-tiba padahal telah mengikuti pelajaran selama dua hari.





Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "LPPA Palopo: Aksi Demo yang Libatkan Siswa SD Langgar UU Perlindungan Anak", https://regional.kompas.com/read/2018/07/23/18472871/lppa-palopo-aksi-demo-yang-libatkan-siswa-sd-langgar-uu-perlindungan-anak



(A.P SL)

Siswa SD Terlibat Aksi Demo di Palopo, Ini tanggapan LPPA Palopo Siswa SD Terlibat Aksi Demo di Palopo, Ini tanggapan LPPA Palopo Reviewed by sfs on 7/23/2018 08:53:00 PM Rating: 5

No comments: