Lembaga Kemahasiswaan di Untad Menanggapi Kekerasan Seksual yang Terjadi di FKIP

Foto by: Mohammad Dzikrullah, SL/ "Pertemuan membahas kasus kekerasan seksual beberapa waktu lalu di sekretariat BEM FKIP"


SilolangiNews-Palu, Lembaga kemahasiswaan yang terdiri dari HIMA PPKn Morality, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tadulako (BEMUT) turut menanggapi kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako beberapa waktu lalu.  Mulky Satria Kamal, selaku ketua, menegaskan bahwa BEM FKIP akan mengawal kasus ini, agar apa yang diinginkan korban dan keluarga korban dapat direalisasikan.



Kami dalam pembicaraan tadi (pada saat rapat dengan lembaga kemahasiswaan lainnya) kita sama-sama kawal kasus ini. Kasus seperti ini tidak bisa dipungkiri bahwa tidak bisa dikerjakan oleh satu orang, tetapi harus secara kolektif, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan oleh korban dan keluarga korban” ujarnya ketika diwawancarai pada kamis 17/11/2022. 



Askar, salah satu pengurus HIMA PPKn Morality yang diwawancarai juga di sekretariat BEM pada hari yang sama mengatakan bahwa sebelumnya mereka telah membentuk tim advokasi yang mengawal kasus tersebut hingga tuntas.



Jadi kami membentuk tim advokasi ini dan semua adalah teman-teman dari morality. Dan ya jadi memang dari Himpunan akan mengawal sampai tuntas kasus ini” ucapnya.



Sementara di pihak BEMUT mengatakan bahwa melalui kementrian perempuan akan mendampingi korban. BEMUT juga menyorot bahwa kasus seperti ini perlu di tuntaskan, dan membiarkan publik tau.



Bukan dipandang dari menjaga nama baik, untuk apa kita mau jaga nama baik tapi didalamnya kasus-kasus seperti ini (kekerasan seksual) dibiasakan” kata Asyita, wakil Presiden Mahasiswa BEMUT. 



Pandangan yang sama juga diutarakan Atma, selaku wakil ketua BEM FKIP, menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual di dalam kampus adalah hal yang perlu di usut tuntas. 



Kita ini dilingkungan akademik dengan orang-orang yang terdidik, orang-orang yang bukan hanya berpikir sekedar dalam intelektual, tetapi moralnya juga. Jangan sampai hanya karena mementingkan jabatan, mementingkan nama baik, entah itu nama baik prodi, fakultas, dan akademik, moral kita tertutup hanya karena itu” katanya.



Ketiga lembaga yang telah disebutkan diawal telah melakukan pertemuan di Sekretariat BEM FKIP, dan menyepakati akan saling koordinasi untuk mengawal kasus kekerasan seksual ini.



Penulis: Andi Ikbal, SL

Lembaga Kemahasiswaan di Untad Menanggapi Kekerasan Seksual yang Terjadi di FKIP Lembaga Kemahasiswaan di Untad Menanggapi Kekerasan Seksual yang Terjadi di FKIP Reviewed by sfs on 11/18/2022 12:49:00 PM Rating: 5

No comments: