SilolangiNews-palu. Pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (UNTAD) dilangsungkan pada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS), yaitu TPS satu bertempat di Gazebo Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan TPS dua bertempat di Gazebo Prodi Fisika (15/06/2026).
Tim SilolangiNews berhasil menghimpun keterangan dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam jalannya PEMIRA Calon Presiden Mahasiswa (Ca-PRESMA) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Ca-WAPRESMA). Sukardin, selaku pengurus Majelis Mahasiswa sekaligus panitia PEMIRA, memberikan tanggapannya mengenai kesiapan panitia dalam pelaksanaan pemilihan.
"Kami memastikan proses pemilihan berjalan secara jujur dan adil dengan melakukan transparansi kepada mahasiswa Universitas Tadulako. Caranya yaitu dengan menyebarkan tata cara penyoblosan dan timeline yang sesuai," ujar Sukardin.
Ungkapnya juga bahwa usaha yang diberikan oleh panitia adalah bentuk dedikasi yang dilaksanakan dari pagi hingga malam. Untuk mewujudkan PEMIRA yang sistematis, berintegritas, dan adil.
“Kami dari jajaran pengurus dan panitia telah bekerja sangat keras, mulai dari terbit matahari sampai terbenam, agar pemilihan ini bisa terlaksana secara sistematis,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun sempat terkendala karena harus menunggu kehadiran saksi di awal waktu, antusiasme mahasiswa tetap luar biasa tinggi hingga kotak surat suara hampir penuh meski sebagian mahasiswa sudah tidak masuk kuliah karena perkuliahan yang sudah memasuki libur semester.
Tanggapan mengenai dinamika Pemira tahun ini juga datang dari sudut pandang mahasiswa aktif. Muhammad Ardianto, mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah angkatan 2024, memberikan pandangannya setelah selesai memberikan hak suaranya di TPS 1 Gazebo Bahasa dan Sastra Indonesia.
"Pemilihan Presma tahun ini sangatlah seru karena ada berbagai tantangan dan kendala yang harus dihadapi calon-calon Presma, salah satunya bisa kita lihat dari bagaimana mereka menyikapi pertanyaan di forum debat kemarin. Namun, kalau menurut saya, prosesnya memang agak sedikit simpang siur karena pihak Majelis Mahasiswa yang kurang ada kejelasan sehingga pemilihan lambat dilaksanakan," ujar Ardianto.
Selain memberikan pendapat ia juga sempat menyinggung terkait desas-desus akan jalannya pemungutan suara di lapangan yang tidak berjalan sesuai mestinya.
"Proses pemilihan hari ini berjalan lancar di beberapa TPS, tapi ada beberapa berita yang saya dapat meski masih simpang siur dan belum pasti bahwa ada yang melakukan kecurangan," Tambahnya.
Lebih lanjut, Ardianto mengingatkan bahwa sebagai masyarakat yang hidup di negara demokrasi, memilih adalah sebuah kewajiban, terutama bagi mahasiswa yang berlembaga demi melahirkan sosok pemimpin yang mencerminkan seorang Tadulako. Ia berharap agar Ca-PRESMA dan Ca-WAPRESMA yang terpilih nanti tidak hanya mengumbar janji, tetapi benar-benar membuktikannya dengan kerja nyata.
Di lokasi berbeda, Tim SilolangiNews juga sempat mewawancarai salah satu Pimpinan lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas. Siti Aulia, Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMADIPA) FKIP, ikut memberikan pandangannya setelah menyalurkan suara di TPS 02.
"Untuk proses Pemira ya, secara adil atau jujur, selagi masih dijalankan dengan struktur serta prosedur sesuai dengan arah, pasti dari beberapa masing-masing paslon, khususnya memang juga teman-teman timses pasti sudah melakukan arah gerak, khususnya MM sendiri, pasti sudah melakukan arah gerak yang memang sesuai dengan jalurnya, seperti itu,"ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar nantinya siapa pun yang terpilih menjadi PRESMA dan WAPRESMA dapat memberikan impact kepada mahasiswa keseluruhan, baik yang berlembaga maupun nonlembaga.
"Aduh, untuk harapannya ya, siapapun yang nanti terpilih, 02 maupun nanti 01, harapannya pasti tetap sama. Memajukan yang mendapatkan, maksudnya mendapatkan impact-nya itu kepada mahasiswa-mahasiswa, bukan hanya mahasiswa organisasi, tetapi juga mahasiswa yang non-organisasi. Menurut saya, mahasiswa juga ketika mengalami kesulitan atau mungkin keluh kesah yang sudah memang tidak bisa diatasi oleh masing-masing fakultas, ya bisa diatasi langsung oleh Presiden Mahasiswa," tambahnya.
Dengan berlangsungnya PEMIRA secara jujur dan adil, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang dapat menampung aspirasi mahasiswa itu sendiri. Sepenuhnya bisa menjalankan setiap amanat yang diberikan, dan terus menyuarakan hak mahasiswa dari setiap kalangan yang ada di UNTAD.
Penulis: Walo/SL, Zahra & Inayah (Jurnalis Magang)
Reviewed by Silo Langi
on
6/16/2026 10:40:00 AM
Rating:



No comments: