![]() |
| Photo by: Widya/SL |
Puisi Oleh Widya/SL
Noda-noda itu masih tertinggal,
coretannya membekas seolah memberi nama pada ruang ini.
Membersihkannya?
Tentu sudah kucoba.
Namun, seakan segala usahaku tak pernah cukup
untuk menata ulang apa yang pernah ada.
Ku bersihkan lantainya,
kucat kembali dinding-dinding yang kusam,
bahkan seluruh perabot kuganti,
dengan harapan ruang ini akan terasa layak
untuk kutinggali.
Usaha dan harapan berjalan beriringan,
hari demi hari,
waktu demi waktu.
Aku belajar menyesuaikan diri,
meski kerap merasa
seperti tamu yang tak pernah benar-benar diterima.
Entah apa yang keliru.
Sebab setiap perbaikan yang kulakukan
tetap gagal menjadikan tempat ini rumah.
Mungkinkah sejak awal
ruang ini tak pernah menghendaki penghuni baru?
Ataukah aku yang terlalu lancang
memasuki cerita yang belum selesai?
Menjaga ruang kosong ini terasa tak berkesudahan,
seakan ada bayang lain
yang masih setia ditunggunya.
Aku tak tahu peran apa yang kali ini diberikan kepadaku.
Figuran, mungkin.
Peran kecil yang datang,
sekadar melintas,
lalu dilupakan ketika kisah mencapai puncaknya.
Meski begitu,
diam-diam aku masih menyimpan satu harapan yang nyaris mustahil:
bahwa suatu hari nanti,
aku tak lagi berdiri di tepi panggung,
melainkan menjadi tokoh utama
dalam cerita yang memilih untuk menetap.
2026
Reviewed by Silo Langi
on
7/28/2026 11:40:00 AM
Rating:



No comments: