Eksistensi Tradisi Nosemparaka Manu Pada Masyarakat Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala

 

sumber gambar: by geosentris

Desa Wombo Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala memiliki kearifan lokal unik yang dilakukan pada Ibu mengandung yang masa kandungannya mencapai tujuh bulan dan tradisi ini dilakukan oleh masyarakat bersuku Kaili yaitu Nosemparaka Manu. Kearifan lokal inilah yang coba diangkat oleh mahasiswa pendidikan geografi dalam penelitian mata kuliah geografi budaya.

Amalia Novarita S.Pd., M.Pd, selaku pengampu mata kuliah geografi budaya memaparkan bahwasannya kearifan lokal adalah salah satu strategis pada revolusi 4.0 ini untuk semakin dilestarikan atau dipertahankan. Peran pendukung utama dalam selesai nya penulisan ini adalah Ketua Program Studi Pendidikan Geografi bapak Iwan Alim Saputra S.Pd., M.Sc yang memberikan keleluasan kepada kami untuk mengeksplore kebudayaan kaili yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

Secara etimologi Nosemparaka artinya memisah-misahkan sedangkan Manu artinya Ayam, dapat diberikan pengertian bahwa nosemparaka manu adalah memisah misahkan bagian daging ayam yang digunakan untuk sesajian dalam upacara ritual guna keselamatan calon ibu maupun bayi dalam kandungan.  Kehidupan masyarakat di Desa Wombo yang jauh dari keramaian hiruk pikuk perkotaan. Hal ini membuat seluruh lapisan masyarakatnya masih kental akan adat dan kebudayaan masing-masing,  mereka masih percaya dengan adanya upacara, yakni upacara ritual. Ciri tersebut merupakan suatu warisan dari leluhur. Hal itu sulit untuk diubah serta dihilangkan karena sudah berakar dalam kehidupan masyarakat salah satu budaya masyarakat desa wombo yang masih tetap dipertahankan adat tersebut hingga sekarang adalah upacara Nosemparaka Manu.

Keeksistensian tradisi Nosemparaka Manu pada zaman yang semakin maju ini adalah wujud dari kepedualian masyarakat (suku Kaili) dalam mempertahankan kepercayaan atau tradisi leluhur. Keberadaan tradisi Nosemparaka Manu di Desa Wombo semakin maju zaman mengalami pelurutan atau kemunduran dan bahkan bisa hilang dalam jangka sepuluh atau lima tahun lagi. Hal ini disebabkan oleh masyarakat lebih percaya medis (hal-hal rasional), kalangan remaja banyak yang tidak tahu dan acuh, sando atau dukun sudah tua dan hanya ada satu orang, dan tidak ada orang yang mau meneruskan mandat atau ilmu.

Hasil penelitian yang telah dilakukan dari tim ini menjelaskan bahwa perkembangan zaman mengakibatkan budaya masyarakat suku kaili wombo mengalami kelunturan, dikarenakan sudah mulai banyak masyarakat suku kaili wombo tidak ikut andil dalam melestarikan kebudayaan dari leluhur. Maka dari itu, dengan diangkatnya tulisan ini guna mengembalikan rasa solidaritas dari penerus bangsa khususnya pemuda masyarakat kaili wombo.

 (Kelompok belajar geosentris)


Eksistensi Tradisi Nosemparaka Manu Pada Masyarakat Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Eksistensi Tradisi Nosemparaka Manu Pada Masyarakat Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Reviewed by sfs on 10/07/2020 01:02:00 PM Rating: 5

No comments: